25 Sep 2014

Ru'yah Mudah dengan Skymap


Siapa bilang ru'yah itu susah? Saya sudah lama menyimpan teknis ru'yah mudah dan murah ini karena belum sempat menulisnya. Nah, mumpung saya baru pulang dari pos Observasi Badan Hisab Ru'yah (BHR) di komplek makam Bela-belu, dan baru saja mempraktikkan sekali lagi teknis itu, saatnya saya berbagi tip ini untuk para ahli ru'yah dan para awam yang berminat.

Teleskop milik BHR yang muahal itu :)
Salah satu fiturnya bisa diganti HP
Teknologi murah itu adalah aplikasi ringan (2,1 mb) Google Skymap yang bisa Anda unduh gratis dari Playstore Android Anda. Aplikasi ini bisa menggantikan fitur menemukan benda di langit yang dimiliki teropong canggih milik BHR yang harganya jutaan hingga puluhan juta rupiah. Untuk totorial umumnya silakan cek video youtube berikut.




Setelah dibuka, Anda akan disajikan peta langit.  Untuk membantu ru'yah, klik tombol menu HP Android Anda (tombol di sebelah tombol home, tergantung merek -- SONY di kanan, Samsung di kiri). Dari menu-menu yang ditampilkan, tekan tombol 'search'. Karena kita hendak menemukan lokasi hilal (tanggal 1 bulan), maka ketiklah moon.


Tekan tombol go dan Skymap akan membantu Anda untuk menemukan bulan dengan tanda panah seperti gambar di bawah. Looking for: Moon ... Point your phone toward the arrow Arahkanlah HP Anda sesuai dengan arah panah tersebut. Ikuti saja.


Lingkaran berpanah berubah menjadi lingkaran kuning setelah objek ditemukan
HP tepat mengarah ke matahari, bulan tidak tampak


Posisi di saat matahari terbenam di bawah horizon, bulan berwarna hitam
Seperti Anda lihat dalam gambar di atas, saat matahari tenggelam bulan sudah di atas ufuk alias sudah wujud, sehingga dalam kalkulasi Muhammadiyah tanggal sudah datang. Tetapi, seperti terepresentasikan dalam gambar, wujud bulan yang terlalu tipis tidak bisa dilihat oleh mata, dan karena itu belum bisa terlihat (di-ru'yah).

Bandingkan gambar yang dibuat BHR ini dengan yang dihasilkan Skymap di atas.
Menurut hitungan BHR, ketinggian hilan di Yogyakarta baru 0.4 derajat, jauh di bawah ambang minimum visibilitas yang disepakati, 2 derajat. Tanpa datang ke Parangtritis pun, kita sebenarnya juga sudah tahu tidak akan ada hilal yang muncul. Tetapi, tradisi melihat ini untuk memastikan bahwa bulan memang tidak terlihat jika tingginya di bawah 2 derajat.

Perlu diingat, aplikasi Google Skymap sendiri bukan alat ru'yah, Ia hanya alat untuk memastikan ke arah mana mata kita memandang, menjadi peta langit agar kita tidak menyebut hilal sesuatu yang sebenarnya bukan hilal di lokasi yang bukan lokasi terbitnya hilal. Bagi mereka yang tidak belajar Falak, tentu fungsi ini sudah meringkas waktu yang dihabiskan untuk belajar menghitung posisi bulan selama dua semester :)

Mau coba?